Polsek Sajingan Besar Bersama Basarnas Lakukan Pencarian Warga Diduga Hilang di Desa Santaban

Tribratanews.polri.go.id – Sambas.
Upaya pencarian terhadap seorang warga yang diduga hilang terus dilakukan. Pada Kamis (01/01/2026), Tim Basarnas Sintete tiba di Dusun Senipahan, Desa Santaban, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, guna membantu proses pencarian terhadap Sdr. Toni, warga setempat yang diduga belum kembali ke rumah dari kebun.
Kedatangan Tim Basarnas Sintete yang berjumlah lima personel tersebut dipimpin oleh Sdr. Haidir, didampingi anggota Didik, Heri, Abid, serta Iman selaku potensi SAR. Kegiatan pencarian ini turut melibatkan Polsek Sajingan Besar melalui Bhabinkamtibmas Desa Santaban Bripka Irwansyah, Babinsa Desa Santaban Praka Jonio Alves Pereira, Pemerintah Desa, pihak keluarga korban, serta masyarakat setempat.
Identitas korban diketahui bernama Sdr. Toni, lahir pada 25 Juni 1960 (65 tahun), berjenis kelamin laki-laki, beragama Katholik, berprofesi sebagai petani/pekebun, dan berdomisili di Dusun Senipahan RT 007 RW 003 Desa Santaban, Kecamatan Sajingan Besar. Berdasarkan keterangan keluarga, kondisi fisik korban diketahui memiliki penglihatan yang sudah menurun.
Menurut keterangan istri korban, Sdr. Suriani, peristiwa bermula pada Sabtu (13/12/2025) saat dirinya bersama anak pergi ke hulu kebun untuk mencari durian dan meninggalkan korban seorang diri di rumah selama kurang lebih satu minggu. Pada 19 Desember 2025, keluarga kembali ke rumah dan mendapati rumah dalam keadaan kosong. Keesokan harinya, keluarga mencoba mencari korban ke pondok kebun yang biasa ditempati korban, namun korban tidak ditemukan. Di dalam pondok hanya ditemukan sisa-sisa aktivitas memasak berupa nasi yang sudah basi dan berjamur, yang menandakan korban sudah lama tidak berada di lokasi tersebut.
Pada pukul 09.00 WIB, dilaksanakan musyawarah bersama terkait rencana pencarian yang dihadiri oleh Kepala Desa Santaban Sdr. Tedi, perangkat desa, BPD, Kadus Senipahan, pihak keluarga korban, masyarakat, serta unsur TNI-Polri dan Basarnas. Selanjutnya, sekitar pukul 10.50 WIB, tim bergerak menuju lokasi pondok kebun korban, namun pencarian terpaksa dihentikan karena akses jalan terendam banjir dengan ketinggian air mencapai kurang lebih 1,20 meter serta kondisi cuaca hujan.
Sebagai langkah lanjutan, pada pukul 14.50 WIB tim melakukan pencarian menggunakan alat bantu drone. Dari hasil pemantauan udara, area sekitar pondok kebun korban terlihat tergenang banjir dan hingga saat ini korban belum ditemukan (nihil). Kondisi cuaca masih hujan dan wilayah sekitar masih terdampak banjir meskipun berangsur surut.
Rencananya, pencarian akan kembali dilanjutkan pada Jumat (02/01/2026) dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan situasi wilayah. Polsek Sajingan Besar bersama unsur terkait akan terus berkoordinasi guna memastikan proses pencarian berjalan maksimal.
Polri mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila mengetahui informasi terkait keberadaan korban.
Penulis : Humas Polsek Sajingan Besar
Editor : Alfian Nunar / Kombes Pol Dr. Bayu Suseno, S.H., S.I.K., M.M., M.H.
Publish :
Komentar
Posting Komentar